Jumat, 17 April 2009

ARDIANSYAH ENTERTAINMENT
MEMPERSEMBAHKAN



Nama toko dan tempat kejadian adalah faksi belakang
kesemaan nama hanyalah faktor kesamaan saja



MISTERI VILA ANGKER
2

Exstabilshoot : Suasana jalan raya yang ramai; suasana LP (Hari pertama ; Pagi hari;)
Extr.: Suasana dipenjara; rumah ibu shanti ; suasana dirumah yoyo (Hari pertama; Pagi hari;)

Pemain : Sharul, Pak Basit (Sang Pengacara) , Ibu shanti, Pak Agus Darmawan, gunawan, yoyo, Sipir (piguran 1), Bibi sufi (piguran2) .


#episode 1

Cerita sebelumnya menceritakan mang toha telah mengungkap misteri vila merah hingga akhirnya tertangkapnya sharul sebagai pelaku utama, pemerkosa dan pembunuh dewi putri ibu elen pemilik vila dan rahsian ini telah tersimpan raoih hampir 3 tahun, namun akhirnya terkuak juga.

Kali ini di episode MISTRI VILA ANGKER BAGIAN 2 cerita dimulai......

2 tahun kemudian

Move to


Pagi itu sharul masih termenung ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini, hingga akhirnya sharul harus dipenjara tiba tiba datang sipir penjara menghampiri sel Blok A4 No.17 sel tempat dimana sharul mendekam.
"Sdr. Sharul silahkan keluar ada tamu"
Sharul tidak berkata apa apa ia hanya menatap sang sipir dan kemudian keluar dari sel dan mengikuti sang sipir meninggalkan sel Blok A4 No.17. Sesampainya diruang kunjungan tamu sharul kedatangan seorang pengacaranya.
"Selamat pagi pk sharul"
"Pagi juga ada apa pak Basit?"
"Ada kabar gembira buat bapak, besok pak sharul sudah bisa menghirup udara bebas?!"
"O'ya pak.....Bapak nggak bercandakan?"
Sang pengacara hanya melempar senyum dan menepuk bahu sharul, serasa merasakan kegembiraan yang luar biasa.
"Baik kalo begitu pak sharul, saya mohon pamit, selamat pagi pak"
"Terima kasih"
"Sama sama"

Sementara itu dirumah sang ibunda tercinta sharul, terlihat sang bapak sedang asik membaca koran dan sang ibunda sedang asik membersihkan bunga anggrek kesayangannya. Telepon berdering.....sang pembantu berlari kecil menghampiri meja telepon.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?"
"oh baik....mohon tunggu sebentar pak kebetulan ibu shanti sedang ada diteras depan.."
Sang pembantu meletakkan gagang telepon............
"Maaf bu ada telepon dari pak Basit"
"Oh makasih bi....."
Ibunda sharul segera meletakkan gunting pohon anggrek dan langsung menuju kemeja telepon.
"Pagi pak Basit.....ada kabar apa nih pak?"
"Bapak ada kebetulan sedang baca koran diteras depan....gimana pak Basit?"
"Apa?"
"....Baik baik baik....terima kasih banyak pak.....pagi juga..."
Gagang telepon pun diletakkan dan sang ibunda tercinta langsung menemui sang suami yang dari setadi masih asik membaca koran.
"Ada telepon dari mana mah....kok keliatannya ceriah sekali?!"
"Dari pak Basit Pengacara sharul, katanya besok sharul sudah bisa bebas pak?"
"O'ya...alhamdulillah...."
Bulu mata yang letik terlihat basah oleh air mata, sang ibunda sangat terharu mendengar berita barusan...

Sementara itu dirumah yoyo sedang asik menerima telepon dari titin, lagi asik ngobrol ngalor ngidul, tiba tiba datang gunawan. Yoyo memberi kode supaya gunawan masuk dan silahkan duduk dulu sebentar
"Ok deh pe nanti ya.....dahhhhhhh"
"Cak'ele mesra banget...pasti titin ya?!"
"Lebay luh gun....tumben ada apaan gun?'
"gak gue cuma mo pinjem hardisk external lu dong..."
"Oh bentar yee"
Yoyo meninggalkan gunawan dan sebentar saja sudah datang lagi sambil nenteng hardisk external.
"Jangan lama lama ye gun..."
"Yoi tenang aja....thanks gue balik dulu ye"
"Lho kok buru buru nggak nunggui dulu"
"Nungguin apaan?" Jawab gunawan dengan mimik wajah polosnya
"Nunggu diusir!!"
"Akh rese luh"
"He he he"

----------------------------- IKLAN ----------------------------------

Senin, 13 April 2009

VILA ANGKER

ARDIANSYAH ENTERTAINMENT
MEMPERSEMBAHKAN



Nama toko dan tempat kejadian adalah faksi belaka
kesemaan nama hanyalah faktor kesamaan saja


FTV

"MISTERI VILA ANGKER"

Durasi : 60 Menit potong iklan
Stasiun TV Swasta : RCTI
Lokasi : Vila sekitar Cisarua Bogor
Cast : Ahmad Riyadi (Riri), Gunawan Prabhaswara (Gunawan), Ariandy Febrianto (Yoyo),
Ian Eka Sriyanti (ian), Nila Puspita (Nila), Mang Toha (penjaga Vila), Mbak As (Piguran1),
Tukang Sekuteng (Piguran 2)


Exstabilshoot : Suasana jalan raya yang ramai; suasana pedesaaan yang asri;
Extr.: Suasana diwarung tegal; rumah nila; suasana vila tua (Hari pertama; siang hari;)

Pemain : Riri, yoyo, gunawan, indah, nila, ian, mang toha (piguran1), tukang sekuteng (piguran2) mbak as (piguran3).


#Babak 1

Udara siang itu tumben terasa adem lantaran dari subuh sampai jam tengah hari hujan menguyur kota jakarta. Riri terlihat asik mendengarkan MP4nya sementara itu yoyo sebentar sebentar duduk sebentar sebentar berdiri, keliatan gelisah banget. Jari lentiknya megang megang perut ternyata yoyo lapar, untunglah riri sang pemuda idola dari kebumen city sangat mengerti dengan bahasan keluhan sang sohib. Tanpa banyak basa basi riri mengajak ke warung makan mbak as, yoyo langsung nyengir kuda.

Riri :
(Semangat dengan logat bahasa tegalnya; sambil senyum;) "Woi jam berapa nih"

Yoyo :
(Nyantai; kalem;) "baru juga jam 3 gak sabaran amat"

Riri :
(Masih medok; ngelirik jam tangan;) "bukan gitu bro gue khawatir ntar si indah gak jadi ikut lagi"


Persis didepan warung mbak as, riri dan gunawan berjalan santai sambil ngelirik ke arah warung mbak as.

"Gue tau........tenang aja......yuk.....gue juga da honger"
"tau aja .....jadi enak"
Belum juga kelar nyantap nasi rames, riri keliatannya kaya gak tenang duduknya....
"kenapa sih loh riri.....gak bisa diem banget duduknya"
"Bentar hp gua getar........tuh kan indah telpon"
"Hallo sob........jadi gak luh ikut...."
"jadilah sob....ntar pada ngumpul dimana, siapa aja yang ikut sob?"
"Yoyo, gua, gunawan, nila, ian ma elu sob"

Sementara itu nila dan ian terlihat sibuk merapihkan tas rangselnya, hp ian berdering
"halo in.........gua ma nila lagi ngerapiin tas rangsel.......anak2 gimana?"
"oke deh....."
"Siapa ian? Indah?"
"Siapa lagi?
Akhirnya ian dan nila berpisah setelah capek merapihkan perlengkapan tas rangselnya.
tepat jam 5 sore sudah berkumpul didepan warung mbak as yang dianggap sebagai tempat basecamnya.
"Oke guys sebelum kita berangkat......gue minta tolong dicek lagi peralatan kita........khawatir ada yang tertinggal"
Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal xenia hijau lumut pun meluncur meninggalkan warung mbak as.
Sepanjang perjalanan mereka terlihat asik sekali menikmati semilir angin sore, tidak terasa perjalanan hampir sampai menuju vila dikawasan cisarua Bogor. Perjalanan tumben lancar lancar aja, biasanya kalo ke arah puncak pasti sudah disambut tukang "gemblong ketan" atau "tahu sumedang" sebagai teman dikala macet total.
malam itu baru sekitar jam 7an jadi masih banyak sesekali wanita wanita cantik ABG berkeliaran didepan warung warung persis didekat pasar cisarua. hawa dingin yang sempat membalut kening yoyo tidak membuat yoyo terbuai mimpi walau mata uda ukuran 5 watt.
"Woi jangan bengong?!"
Indah sempet tersenyum ngelirik yoyo yang ketahuan gunawan lagi asik meratiin cewek ABG yang lagi asik makan bakso dipinggir jalan. Setelah melewati pertigaan taman safari xenia hijau lumut belok kekanan arah desa cibeurem. Dengan ditemani terang purnama terlihat sekali pohon pohon besar yang rindang begitu sejuk belum lagi deretan pohon pohon bambu yang kian menjuntai.
Yoyo celetuk :
"Busetttttt tempatnya serem juga nih."
"Wuss jangan ngomong gitu dong......"teriak ian yang kebetulan memang sudah terlihat takut sejak memasuki lorong menuju ke arah vila.
"Yo....vilanya yang mana sih?"
"Gue juga belum tau yang mana?"
"Jadi elu blum survey ke vila?"
"Belum"
"Yo...yo....dari dulu elu tuh gak berubah ye"
"Ya udah sekarang tanya dong jangan sampai kita nyasar nih!"
Xenia hijau lumut pun berhenti persis didepan tukang sekuteng.
"Mang .....mang ......mang maaf numpang nanya mang.....kalo Vila merah sebelah mana mang"
Tukang sekuteng tidak langsung menjawab, dengan wajah tertutup topi campingnya sang tukang sekuteng hanya menunjuk kearah kanan dari gerobaknya.
"Oh makasih ya mang......"
Xenia hijau lumut pun pergi meninggalkan sang tukang sekuteng......tidak berapa lama pun xenia pun berhenti persis didepan sebuah vila yang persis didepannya tertulis jelas "VILA MERAH".
"Nah tuh vilanya......Ayo"
Satu persatu tas mereka turunkan dari xenia tiba tiba seorang bapak bapak tua setengah baya menyamperi mereka.
"Baru dateng dennnnn"
"Masyah Alloh bapak ngagetin aja?!"
"Maaf dennn......saya mang toha yang ngurus vila ini"
"Oh saya yoyo....ini temen2 saya yang dari jakarta...yang mau nginap divila ini mang"
"Menginap?"
"Ya menginap mang kenapa mang? waktu itu saya sudah dapat izin dari ibu elen yang punya vila ini mang"
"Gak pa2 den....mamang cuma nanya aja......mari dennn silahkan masuk?!"
Pintu dibuka mang toha..........suasana didalam vila terlihat bangunan tua dengan perabotan yang mengikuti usia vilanya.

----------------------------- IKLAN ----------------------------------


#Episode 2


Exstabilshoot : Suasana malam yang dingin; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana dikamar indah dan yoyo; kucing hitam; suasana malam yang dingin;
(Hari pertama; Malam hari;)

Pemain : Riri, yoyo, gunawan, indah, nila, ian, mang toha (piguran)




Tas rangsel hitam diangkat mang toha dan diletakkan diruang utama, ian, indah dan nila langsung menempati kamar paling depan sementara yoyo, gunawan dan riri pemuda idola dari kebumen citi, langsung menempati ruang sebelah kanan dari kamar indah cs.
Mang toha melirik tajam kearah para cewek terutama ke ian yang sedang asik memperhatikan lukisan seorang gadis cantik berbaju putih. Indah tiba tiba ngegetin bahu ian dari belakang;
"Woi!......jangan kelamun kesambet lu?!"
"Ah ngagetin aja....nila mana?"
"Tuh da tepar dikamar"
"Tas hitam aku kemana in?"
"tuh da dikamar"
Gunawan langsung merebahkan badan diatas kasur mata gunawan menerawang kelangit langit tiba tiba gunawan seperti melihat wajah seseorang gadis diatas enternit.
"Astagfirullah....apaan tuh?!"
sepontan saja membuat yoyo menoleh kearah gunawan
"Kenape luh gun?!"
"Ah gak pa2..."
Riri terlihat asik menikmati kursi goyang diruang tamu sambil mendengarkan mp4nya, yoyo ngasih kode ke gunawan, gunawan pun langsung bangkit dari kasur empuknya. Tangan jail yoyo mulai beraksi diambilnya selendang warna putih dan dilingkarin ke kepalanya persis seperti mayat hidup, gunawan mengambil senter dan menyorotnya kearah muka yoyo.
"Ririiiiiii.............ririiiiiiiiii............" persis suara setan;
Perlahan lahan riri menoleh kearah yang memanggil tiba tiba riri berteriak keras.......
"Setannnnnnnnnn!"
Sepontan yoyo dan gunawan ketawa ngakak........
Sementara itu nila mengeluarkan baju2nya dari tas rangsel, indah asik sms-an, ian membuka jendela tiba - tiba seperti ada bayangan putih melintas kamar mereka. ian sempat melirik tetapi tidak terlihat apa - apa.
"Woi laper nih ...cari makan yuk?!"
"iya nih gue juga laper nil" sambut ian sambil menutup jendela
"Ya uda kebetulan gue ada kue tuh tapi ditasnya gunawan, tar ye gue ambil dulu...
"gue ikut dong"
Indah juga ikut keluar kamar sambil memegang tangan ian
sesampainya diruang tamu, suasana tampak sedikit "Angker" semula ian yang tadinya pemberani tiba tiba saja jadi penakut, tiba - tiba indah membisikkan sesuatu ketelinga ian
"ian gue takut nih"
"sama"
Tiba tiba "Prangg!!" sepontan mereka berteriak kencang, nila terlihat tenang
"Woi woi tenang - tenang gak ada apa apa.......tuh liat cuma kucing, nila pun menyenter dengan senternya kearah kucing. lumayan bisa membuat ian dan indah sedikit tenang.
"Sialan kucing bikin gue sport jantung aja"
belum juga mereka tenang tiba tiba ada baju bergerak sendiri, spontan saja membuat mereka bertiga berteriak "apaan tuhh!" , tiba - tiba kaki gunawan nginjak tikus, ketauanlah kalo "setannya" itu adalah yoyo, gunawan dan riri.
langsung saja tampa pikir panjang nila, ian dan indah mengambil sapu duk dan mengebuknya...
"Ampun ampun ...."
"Ukh dasar bikin gue jantungan aja"
Akhirnya mereka duduk duduk santai persis diruang keluarga sambil menikmati kue dan air mineral seadanya, sambil liat acara tv.

------------------------------ IKLAN --------------------------------


#Episode 3


Exstabilshoot : Suasana malam yang dingin; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana dikamar indah dan yoyo; kucing hitam; suasana malam yang dingin;
(Hari pertama; Malam hari;)

Pemain : Riri, yoyo, gunawan, indah, nila, ian, mbak atun (piguran1), mang toha (piguran2)


Malam itu bener bener udaranya dingin, sesekali semilir angin menembus kening Riri tapi dasar bocah gemblung Riri cuek aja malah pake sarung dililitkan dilehernya sambil megang mp4nya.
Riri bangkit dari tempat kursi goyang
"kemane sob?!"
"Sebentar gua mo kencing mo ikut?"
"Ukh maunya" celetuk indah
kedua kelopak mata ian dan nila udah 5 watt, sebentar sebentar mulutnya menguap menahan ngantuk.
"Nil gue ngantuk berat nih"
"Ya mata gue juga nih.......guys gue duluan mata gue da gak kuatttttttt"
"Eh tungguin gue dong" indah langsung mengankat pantatnya yang sekel dari sofa.
Tinggallah yoyo dan gunawan yang masih asik liat tv sambil makan kacang asin, gunawan juga ngeluarin softdrink dari tas rangselnya.
Semnetara itu dikamar cewek, nila dan ian dan ngejoprak duluan dibelai mimpi, indah masih asik moles moles wajahnya dengan pemutih. Tiba - tiba perut indah terasa mules dan buru buru indah ngacir kekamar mandi, sambil menyambar handuk kecil warna putih persis yang ada dikursi rias.
Riri keluar dari kamar mandi sambil siul siul lagu St12 riri asik menyusuri lantai menuju keruang dapur Riri gak sadar kalao dipinggir mulutnya masih ada sisa sisa busa odol.
Indah yang kebetulan lagi kebelet pipis tanpa sadar pas disudut dapur menabrak riri, indah kaget riripun lebih kaget apalagi pas sama sama saling menapak wajah mereka masing masing.
"Set...set...set...setannnnnnnnnnnn"
"Han...han..hantuuuu"
Riri kabur sejadinya tanpa sadar riri menabrak ember "Gubrag!!....."
Indah yang masih kaget dan takut spontan kabur kebirit birit dan langsung masuk kekamar cewek, sambil teriak teriak.....Hantu......hantuuuuu"
Mendengar ada suara teriakan indah, nila dan ian kaget dan terbangun dari tidurnya, Indah masuk dan begitu nila dan ian melihat wajah indah, sepontan nila dan ian pun teriak lebih keras
"Set set setannnnn!!"

Jendela depan terbuka lebar, udara pagi masih menyelimuti gunawan dan yoyo yang masih asik tiduran disofa, malah gunawan tanpa sadar tidur sambil memeluk yoyo. Tentu saja nila, ian dan indah ketawa ngakak habis. Riri yang baru datang habis olah raga pagi jadi ketawa juga ngeliat ulah gunawn dan yoyo yang tidurnya saling pelukan.
"Woi....bukan muhrim!"
"Bangun ...bangun!! da siang!!"
Akhirnya mata yoyo dan gunawan melek juga spontan jadi bahan tertawaan temen temennya.
"Ih gun ngapain lu meluk meluk gue"
Idih siapa yang meluk......najis najis deh gue"
"Udah bangun bangun mo jalan jalan gak?"
"Mandi mandi woi"
Akhirnya setelah mereka sarapan nasi uduk yang dibeli di mbak atun langganan Mang toha yang setiap pagi keliaran jualan disekitar vila. Sambil nyantap nasi uduk indah iseng nanya - nanya sama mbak atun yang keliatan dari setadi cuma senyum senyum aja.
"Mbak atun.....udah lama jualan nasi uduk disini?"
"Wah udah lama dennn....sejak ibu elen masih tinggal disini?"
"Terus mang kenapa kok bu elen nggak mau tinggal disini lagi, kan enak sejuk?"
"Lho mang aden belum pada tahu?"
"Nggak tuh mbak, mang kenapa mbak dengan vila ini?"
Belum juga mbak atun bercerita, tiba tiba mbak atun buru buru merapihkan dagangannya dan langsung pergi ketika melihat mang toha disamping vila yang lagi asik membersihkan halaman vila.
"Eh mbak atun kenapa tuh?"
"Meneketehe"
Indah melirik kearah mang toha yang dari setadi berdiri disamping vila seolah olah mendengarkan obrolan mereka. Akhirnya indah memberi kode supaya masuk kedalam vila, sesampainya didalam vila ian dan nila semakin penasaran dengan gelagata mang toha dan sempat mengintip mang toha dari tirai jendela tappi sayang mang toha sudah tidak ada.
"Aneh?"

------------------------- IKLAN ---------------------------


#Episode 4


Exstabilshoot : Suasana malam yang dingin; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana jalan yang sepi; suasana malam yang dingin;
(Hari pertama; Malam hari;)

Pemain : yoyo, gunawan, Tukang nasi goreng (piguran)


Dengan bermodal sarung dan senter gunawan dan yoyo mencari makan, untunglah tidak jauh dari vila ada tukang nasi goreng. Dengan semangat 45 gunawan dan yoyo menghampiri tukang nasi goreng.
"Mang nasi gorengnya masih ada?"
"Masih denn, silahkan duduk....pedes pa sedeng denn"
"sedeng aja mang...........mang uda lama dagang disini?"
"Mamang mah sudah lama denn...aden te dari mana?"
"Jakarta mang....kami menginap divila merah mang"
"Divila merah?!"
"Ya mang mang kenapa mang?"
"Maaf ya denn...dulu divila merah itu pernah terjadi perampokan....."
"terus terus mang?"
"ya gituh dennn semua penghuninya mati dibunuh perampok terkecuali bu elen yang selamat dan lari ke jakarta"
"bu elen?...kok bu elen gak pernah cerita ya mang"
"terus dennn ada satu anak perempuan namanya Dewi, kaian dennn..."
"Kasian kenapa mang?"
"Ya den dewi matinya gantung diri dipohon mangga samping vila itu"
"Masa sih mang?"
"Maaf ya denn jadi ngelantur ceritanya....mangga den nasi gorengnya"
Yoyo dan gunawan saling diam membisu hanya suara mnegunyah nasi yang terdengar. Tidak berapa lama kemudian gunawan dan yoyo kelar makan nasi goreng, gunawan menghampiri tukang nasi gopreng..
"Berapa mang?"
Namun suara tukang nasi goreng tidak terdengar, gunawan nyeletuk lagi
"Mang ....mang...mang...."
Tiba - tiba tukang nasi goreng berubah menjadi seorang wanita dengan rambut panjang dan baju warna putih.....
"Kun....kun....kuntilanakkkkkkkkkk!"
Gunawan dan yoyo sejadi jadinya, sesampainya didepan pintu yoyo mengendor pintu depan saking takutnya. Digendor gendor pintu tidak terbuka juga, gunawan melirik dari jendela dan tiba tiba nongol wanita berambut panjang sambil ketawa ketawa.
"yo kabur yoooooooo"
Gunawan dan yoyo kabur kencang bukan main, tidak perduli malam itu gelap hanya sinar purnama yang menerangi dari celah celah daun. Sesampainya didepan pintu vila yoyo gemeteran, gunawan ngelirik kearah yoyo;
"Kenapa luh yo?" tanya gunawan polos
"Kek ditanya....orang lagi ketakutan"
Tiba tiba gunawan mencium bau sesuatu...........
"Yo lu nyium bau pesing gak?"
Yoyo hanya terdiam membisu dan sebentar sebentar nyengir kuda
"Ya amun lu ngompol yo?!"
"He he he he"
"Dasar jorok lu yo?!"

------------------------- IKLAN -------------------------


#Episode 5


Exstabilshoot : Suasana malam yang dingin; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana dikamar indah dan yoyo; kucing hitam; suasana malam yang dingin;
(Hari pertama; Malam menjelang pagi hari;)

Pemain : yoyo, gunawan, indah, nila, ian, titin (piguran), pak sofyan hadi (piguran2)


indah datang membawa sebungkus mie ayam yang rencananya dimakan sendiri tapi malah dirampok oleh kawanan penjahat kelamin yoyo...dan gunawan.
"Woi kenape luh kaya habis ngeliat setan?!"
"ye in gue ma yoyo lagi apes banget....gue ngeliat kuntilanak!"
yang bener luh!!"
"Kalo lug gak percaya luh kesono aja sendiri..."
"Yo....gue takut yoo"
"terus anak - anak yang lain pada kemane in?"
"Mana gue tau?"
Akhirnya yoyo, gunawan dan indah memberanikan diri pulang ke vila dengan harapan bisa ketemu temen temennya yang lain. Untunglah mereka bertemu nila, ian dan riri yang juga ketakutan gara - gara riri ngeliat pocong didapur..
"Woi....woi....pada mo kemana luhhh"
"eh tuh anak anak tuhh.."
"luh dari mana aja sih?...."
"Luh gak tau kalo kita kita tadi dikasih liat kuntilanak"
Ian langsung berdiri dan memisahkan mereka yang saling bertengkar
"sudah sudah kita tidak saling menyalahkan lebih baik kita balik ke vila, saya yakin dengan kekuatan penuh hantu setan kuntilanak sekalipun Insyah Allah tidak akan menggangu kita, percayalah"
Akhirnya berat hati mereka kembali ke vila dengan harapan besok paginya mereka bisa mencari tahu soal misteri vila merah itu.

Suara azan subuh mengumandang, sesekali ayam saling bersautan bertanda mentari mulai bersinar.

"Nasi udukkk....nasi udukkkk....nasi udukkk"
"Stt...sttt denger deh ada orang jualan nasi uduk tuh....laper gue..."
"te' nasi udukk"
"Nasi uduk denn"
"ya teh"
yoyo nyelonong keluar dan nemuin tukang nasi uduk
"eh..titin?...pa'kabar"
"yo....elu da saling kenal?"
Indah langsung celetuk
"Dasar penjahat kelamin.....mbak titin jangan mau kenalan ma yoyo"
"ye siirik aja"
Gunawan ma riri tidak mau ketinggalan, bukannya pada ngambil nasi uduk malah kenalan...dasar!
"gunawan.."
"titin"
"Gua riri"dengan logak kebumennya yang masih kental
"titin"
Dari perkenalan itulah akhirnya mereka berenam bisa main main kerumahnya titin, persis dibawah kaki bukit diseberang jembatan.
Dari titinlah mereka banyak tahu soal misteri vila merah, karna kebetulan ibunya titin pernah bekerja menjadi tukang cucinya ibu elen. lagi asik ngobrol dengan titin, pak sofyan hadi datang sang bapaknya titin.
"Eh ada tamu.....titin kok tamunya gak diajak masuk kedalam"
"Gak pa2 pak enakkan disini adem pak..."
"Ya sudah silahkan tapi maaf ya bapak masuk dulu ganti salin"
"silahkan pak"
"tuh bokap luh tin" Celetuk yoyo kepengen tahu
"iya"
"Nyokap luh kemana?"
Titin hanya terdiam membisu, tiba tiba pak sofyan hadi nyeletuk
"Ibunya titin sudah 2 tahun yang lalu meninggal karena kejadian perampokkan divilanya bu elen"
"Oh maaf pak"
"Gak pa2"
Setelah ngobrol ngalur ngidul akhirnya mereka berpamitan pulang, sepanjang perjalanan mereka ngeledekin yoyo dapat kenalan cewek namanya titin.

---------------------------- IKLAN ------------------------------


#Episode 6


Exstabilshoot : Suasana pagi yang cerah; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana pagi hari yang cerah; suasana sepi kampung; alam perdesaan yang alami;
(Hari kedua; Pagi hari;)

Pemain : yoyo, gunawan, nila, ian, titin (piguran1), yuyun (piguran2), Kobo (piguran3)
wiryo (piguran4)


Suatu hari nila dan ian pulang dari pasar tiba - tiba diperjalanan dihadang 2 pemuda kampung yang laganya tengil banget. Yang gemuk namanya Kobo dan yang satu kurus ceking namanya wiryo pemuda tampan dari desa sukamaju, yang hobinya main "cs" dan sering mengatakan "goblok!". Kobo dan wiryo keliatannya lagi asik menikmati sebotol angur cap orang tua sambil sesekali ketawa ngakak lantaran wiryo dibilang mirip "marfel".

move to

Dari kejauhan datang 2 wnita cantik dan sekel habis pulang dari pasar
"Cewek...cewekkk...godain kita dong"
"Maaf bang numpang lewat"
"nih cewek sombong amat mentang mentang dari jakarta ya"
"gak juga bang saya cuma numpang mo lewat"
"udah ian gak usah diladenin"
Kobo Salah seorang pemuda kampung tadi berusaha mau mencolek bahu nila tiba tiba spontanitas tangan sang pemuda kampung diplintir ian, karuan aja sang pemuda jatuh, melihat temennya jatuh sang pemuda kampung lari terbirit birit.
nila dan ian cuma senyum aja ngeliat kedua pemuda kampung kabur ketakutan.
Kobo lari terbirit birit sampa gak sadar kalao didepannya ada solokan air, tanpa ampun lagi kobo dan temennya kecebur solokan yang kebetulan ada kerbo lagi nyanti minum
Akhirnya kobo dan temennya main siram siraman air solokan kebadannya main salah salahan;
"Dasar anak kampung!"
"ian eluh berani juga ye, ngelawan preman kampung tadi"
"Sebenarnya gue tadi nekat aja...eh malah kabur beneran"

Sementara itu diam diam gunawan dan yoyo janji ketemuan dengan titin dan temannya.
Gunawan dan yoyo gak sabaran kepengen ketemu titin, akhirnya pucuk dicinta ulam pun tiba.
"Aak yoyooo"
"Eh titin?! ama siapa neng?"
"Oh ya bang kenalin nih temen titin
"Yoyo"
"yuyun"
"Gunawan"
"Yuyun"
Seperti ada komando mereka berempat langsung berpencar duduk berpasangan, yoyo ama titin, gunawan ama yuyun.
Hari yang bener bener indah guman gunawan.

--------------------------- IKLAN -----------------------------


#Episode 7


Exstabilshoot : Suasana malam yang dingin; alam pedesaaan yang alami;
Extr.: Suasana dikamar indah dan yoyo; suasana malam yang dingin;
(Hari keempat; Malam menjelang pagi hari;)

Pemain : Riri, yoyo, gunawan, indah, nila, ian, mang toha (piguran) bu elen (piguran 2)
Polisi (piguran3)

Malam itu sekitar jam 8an riri kebelet kencing, tanpa disadari tiba tiba riri melihat mang toha meletakkan kemenyan diatas lubang angin deket dapur. Riri langsung menyalakan handycam dan men-shoot mang toha dari balik jendela.
Riri buru buru kembali kekamarnya, kebetulan dikamar ada gunawan, nila, ian, indah dan yoyo yang lagi asik selonjoran sambil melamunin titin yang bahenol, kalau dibandingkan dengan yulia perez sebels duabelas deh pikir hati yoyo.
"Woi lihat handycam gue tapi jangan berisik ya"
Akhirnya dengan rasa penasaran handycam pun dinyalakan, betapa kagetnya mereka, ternyata selama ini bau kemenyan itu berasal dari sumber yang dibuat mang toha.

"Gue ada akal?"
"elu celetuk aja yo.....ide lu pasti jorok deh" celetuk indah
"Mangkanya dengerin dulu donggg"
"begini?"
"Kita bikin jebakkan buat mang toha, caranya gunawan kesurupan terus gue kebingungan, disaat gunawan kesurupan itu gunawan ngaku ngaku kemasukan roh anaknya bu elen yang mati diperkosa....."
"Gimana?"
"wihhhhhhhhh boleh juga tuh?"
Akhirnya yoyo teriak teriak minta tolong kalo temennya kesurupan...
"Mang toha ....mang toha...tolonggggg.....tolongggg"
Mang toha langsung menghampiri yoyo
"Ada apa dennnn? Kok teriak teriak seperi itu?"
"Temen saya kesurupan mang?!"
"Mang tohaaa....mang tohaa.....mang tohaa......"
"nih mang toha denn...aden kenapa?"
Matanya gunawan semakin melotot ketika mang toha menghampirinya.
"Mang tohaaa.....mang tohaaa....saya adalah anaknya majikan man toha"
"kamu teh siapa?"
"Saya arwahnya dewi..... mang tohaaa"
"ampun den....ampun dennnn....bukan saya yang membunuh....bukan saya"
"Siapa mang tohaaaaaaaaa"
"Yang membunuh dan memperkosa den dewi .............tuan sharul den...."
"mang toha tidak bohon kan?!"
"Sumpah den....mamang tidak membunuh aden....tuan sharul dennn"
Riri yang semula asik merekam adegan itu sakit perut menahan acting gunawan....lebih lebih yoyo yang udah mo sakit perut nahan ketawa ngeliat mimik wajah mang toha ketakutan sama gunawan.

Terbongkarlah misteri vila merah yang selama ini menjadi momok dikampung itu, berkat keberanian anak anak dari jakarta, dengan sigap dan cekatan polisi dan mengerebek rumah mang toha. Bu elen datang ke vila merah dan memberikan ucapan selamat dan penghargaan kepada anak anak dari jakarta, terutama buat yoyo dan gunawan yang telah beracting dengan baik sekali.
Gunawan melepar senyum lebarnya tiba tiba gnawan membisikkan sesuatu ketelinga yoyo.
"Yo titin yooo"
"Mana gun?"
"Tuh"
"Selamat ya gun...yo...." bisik titin
Tiba tiba seorang wanita sekel datang menghampiri gunawan...
"selamat ya gun...saya bangga sama kamu"
Akhirnya yoyo berjalan dan bergandeng tangan dengan titin sementara itu gunawan tidak mau melepas kesempatan emas dirangkulnya bahu yuyun.

Bersambung ke misteri vila 2

TAMAT.-