ARDIANSYAH ENTERTAINMENT
MEMPERSEMBAHKAN
Nama toko dan tempat kejadian adalah faksi belakang
kesemaan nama hanyalah faktor kesamaan saja
MISTERI VILA ANGKER 2
Exstabilshoot : Suasana jalan raya yang ramai; suasana LP (Hari pertama ; Pagi hari;)
Extr.: Suasana dipenjara; rumah ibu shanti ; suasana dirumah yoyo (Hari pertama; Pagi hari;)
Pemain : Sharul, Pak Basit (Sang Pengacara) , Ibu shanti, Pak Agus Darmawan, gunawan, yoyo, Sipir (piguran 1), Bibi sufi (piguran2) .
MEMPERSEMBAHKAN
Nama toko dan tempat kejadian adalah faksi belakang
kesemaan nama hanyalah faktor kesamaan saja
MISTERI VILA ANGKER 2
Exstabilshoot : Suasana jalan raya yang ramai; suasana LP (Hari pertama ; Pagi hari;)
Extr.: Suasana dipenjara; rumah ibu shanti ; suasana dirumah yoyo (Hari pertama; Pagi hari;)
Pemain : Sharul, Pak Basit (Sang Pengacara) , Ibu shanti, Pak Agus Darmawan, gunawan, yoyo, Sipir (piguran 1), Bibi sufi (piguran2) .
#episode 1
Cerita sebelumnya menceritakan mang toha telah mengungkap misteri vila merah hingga akhirnya tertangkapnya sharul sebagai pelaku utama, pemerkosa dan pembunuh dewi putri ibu elen pemilik vila dan rahsian ini telah tersimpan raoih hampir 3 tahun, namun akhirnya terkuak juga.
Kali ini di episode MISTRI VILA ANGKER BAGIAN 2 cerita dimulai......
2 tahun kemudian
Pagi itu sharul masih termenung ia tidak menyangka akan terjadi seperti ini, hingga akhirnya sharul harus dipenjara tiba tiba datang sipir penjara menghampiri sel Blok A4 No.17 sel tempat dimana sharul mendekam.Move to
"Sdr. Sharul silahkan keluar ada tamu"
Sharul tidak berkata apa apa ia hanya menatap sang sipir dan kemudian keluar dari sel dan mengikuti sang sipir meninggalkan sel Blok A4 No.17. Sesampainya diruang kunjungan tamu sharul kedatangan seorang pengacaranya.
"Selamat pagi pk sharul"
"Pagi juga ada apa pak Basit?"
"Ada kabar gembira buat bapak, besok pak sharul sudah bisa menghirup udara bebas?!"
"O'ya pak.....Bapak nggak bercandakan?"
Sang pengacara hanya melempar senyum dan menepuk bahu sharul, serasa merasakan kegembiraan yang luar biasa.
"Baik kalo begitu pak sharul, saya mohon pamit, selamat pagi pak"
"Terima kasih"
"Sama sama"
Sementara itu dirumah sang ibunda tercinta sharul, terlihat sang bapak sedang asik membaca koran dan sang ibunda sedang asik membersihkan bunga anggrek kesayangannya. Telepon berdering.....sang pembantu berlari kecil menghampiri meja telepon.
"Selamat pagi ada yang bisa saya bantu?"
"oh baik....mohon tunggu sebentar pak kebetulan ibu shanti sedang ada diteras depan.."
Sang pembantu meletakkan gagang telepon............
"Maaf bu ada telepon dari pak Basit"
"Oh makasih bi....."
Ibunda sharul segera meletakkan gunting pohon anggrek dan langsung menuju kemeja telepon.
"Pagi pak Basit.....ada kabar apa nih pak?"
"Bapak ada kebetulan sedang baca koran diteras depan....gimana pak Basit?"
"Apa?"
"....Baik baik baik....terima kasih banyak pak.....pagi juga..."
Gagang telepon pun diletakkan dan sang ibunda tercinta langsung menemui sang suami yang dari setadi masih asik membaca koran.
"Ada telepon dari mana mah....kok keliatannya ceriah sekali?!"
"Dari pak Basit Pengacara sharul, katanya besok sharul sudah bisa bebas pak?"
"O'ya...alhamdulillah...."
Bulu mata yang letik terlihat basah oleh air mata, sang ibunda sangat terharu mendengar berita barusan...
Sementara itu dirumah yoyo sedang asik menerima telepon dari titin, lagi asik ngobrol ngalor ngidul, tiba tiba datang gunawan. Yoyo memberi kode supaya gunawan masuk dan silahkan duduk dulu sebentar
"Ok deh pe nanti ya.....dahhhhhhh"
"Cak'ele mesra banget...pasti titin ya?!"
"Lebay luh gun....tumben ada apaan gun?'
"gak gue cuma mo pinjem hardisk external lu dong..."
"Oh bentar yee"
Yoyo meninggalkan gunawan dan sebentar saja sudah datang lagi sambil nenteng hardisk external.
"Jangan lama lama ye gun..."
"Yoi tenang aja....thanks gue balik dulu ye"
"Lho kok buru buru nggak nunggui dulu"
"Nungguin apaan?" Jawab gunawan dengan mimik wajah polosnya
"Nunggu diusir!!"
"Akh rese luh"
"He he he"
----------------------------- IKLAN ----------------------------------

Tidak ada komentar:
Posting Komentar